Saya tak mahu Speaker Dewan dibeli Umno BN

Hazayani Zakaria (HarakahDaily) KUALA LUMPUR, 8 Dis: Ahli Parlimen Pakatan Rakyat bertindak keluar dewan sebagai tanda protes terhadap keputusan Speaker, Tan Sri Pandikar Amin Mulia menolak usul tergempar meminta penjelasan berhubung hasrat Jawatankuasa Hak dan Kebebasan Parlimen menggantung Ketua Pembangkang, Datuk Seri Anwar Ibrahim tanpa diberi peluang membela diri. Usul di bawah peraturan mesyuarat 18…

Kongsi Artikel Ini:
Share

Azmin’s moment is at hand

Comment By Joceline Tan
Tuesday October 19, 2010 (The Star)

Blue-eyed boy Azmin Ali denies he has problems with Anwar Ibrahim’s family while projecting himself as the man who can take the party to Putrajaya.

AT this point in time, it looks like Azmin Ali is on course to become the next deputy president of PKR.

Azmin had kept a rather low profile throughout the nominations stage, preferring to let his supporters speak for him.

But all that ended after he handed in his nomination papers for the post on Saturday.

He launched his campaign manifesto several hours later on a theme that has captured the imagination of many PKR people – that they can take Putrajaya and he is the one who can take them there.

It was gutsy, catchy and, well, sexy. Never mind that the party is not exactly in the best of shape but what are politicians without promises? They go together like love and marriage.

Besides, big ideas are always sexy – just like the 100-storey tower idea which the intelligentsia has criticised but which the man-in-the-street simply cannot stop talking about.

Even Azmin’s blog has taken on a new look. It has transformed from the yellow and red theme reflecting his Selangor roots to a blue masthead showing him beside an image of the dome-roofed Prime Minister’s office.

A man destined for Putrajaya – that is the message. And this is where it gets interesting.

Azmin is shown in a white, long-sleeved shirt and tie with his right hand up in the air as though acknowledging his supporters, with a confident smile on his face.

It is a replica pose of Anwar in the latter’s own blog.

It is a good thing his loyalty and devotion to Anwar is irrefutable otherwise he would be seen as trying to upstage his boss.

Azmin’s opponents have greatly under-estimated him.

He is the only one now with a defined manifesto in a contest where the personalities have overshadowed the issues.

As one of his aides pointed out, Azmin understands the importance of timing in politics.

Of his two contenders, Datuk Zaid Ibrahim seems to have peaked too early in the nominations round while Mustaffa Kamil Ayob has yet to pick up the pace.

Or to put it more bluntly, Zaid has exhausted his bullets while Mustaffa is still looking for his.

Zaid’s campaign has had more ups and downs than some of the drama series on RTM.

Kongsi Artikel Ini:
Share

PKR Malaysia Perjuangkan Perbaikan Hubungan dengan Indonesia

Dari Suara Karya

11 Oct 2010 (Suara Karya – Opini)
JAKARTA (Suara Karya) Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia menilai perlunya perubahan besar di negeri Malaysia untukkembali mempererat hubungan persaudarandengan Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat Mohamed Azmin Ali dalam perbincangannya dengan Suana Karya di sela kunjungannya ke Indonesia, di Jakarta, Minggu (10/10).

Sebagai pemimpin partai kanan penguasa di Malaysia, Azmin melakukan gerakan reformasi di Malaysia untuk menyehatkan demokrasi dan juga membina hubungan yang lebih baik dengan negara tetangga, terutama Indonesia.

“Kami menolak segala bentuk kekerasan dan juga ekstremisme yang telah dilakukan oleh sejumlah elite di Malaysia. Bagi kami, hubungan dengan Indonesia tak hanya dilihat sebagai relasi diplomatik, tetapi juga harus dilihat dari latar belakang semangat serumpun yang memiliki banyak persamaan,” katanya.

Menurut dia. tak salah ada pandangan negatif yang dilihat oleh masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan Malaysia atas beberapa insiden yang terjadi terhadap warga negara Indonesia (WNI), dan perlakukan buruk pemerintah Malaysia

Tak hanya perlakukan negatif terhadap WNI, tutur dia, penguasa di Malaysia pun dalam beberapa kasus juga memperlakukan hal sama terhadap masyarakatnya sendiri.

“Dengan arogansi ini, secara perlahan tapi pasti, masyarakat di Malaysia menuntut adanya perubahan. Hal ini akan menjadi awal yang baik dari perubahan yang akan dilakukan di Malaysia, ujarnya.

Nasib TKI

Dia menyebutkan, kuatnya tekanan penguasa di Malaysia juga membuat demokrasi tak sehat dan juga tak adil. Kuatnya tekanan pemerintah terhadap masyarakat juga berimbas pada penguasan media sehingga hanya menjadi alat propaganda pemerintah.

“Hal-hal seperti ini yang membawa kami bersama dengan rakyat bertekad untuk membawa perubahan di Malaysia, meskipun hal ini menjadi persoalan yang tidak mudah,” ujarnya.

Azmin juga menyayangkan adanya perlakukan yang tidak berkepri-mtanusiaan terhadap WNI yang berkerja di Malaysia. Disampaikannya, bahwa sekarang ini industri di Malaysia sudah mulai kekurangan tenaga kerja akibat adanya perlakukan yang tidak baik terhadap WNI yang menimbulkan ketakutan untuk bekerja di Malaysia.

“Sekarang ini tenaga kerja Indonesia mengalihkan keinginannya untuk bekerja di Malaysia ke ne-gavalsin DampSkfcjU sejumlah industri sudah banyak yang harus kehilangan tenaga kerja. Hal ini dinilai akan berpengaruh buruk bagi kemajuan industri di Malaysia,” ujarnya.

Untuk itu, sebagai pemimpin muda, Azmin menyerukan agar pemimpin Malaysia melakukan pendekatan kembali kepada Indonesia untuk menghilangkan ketakuan yang dialami oleh para pekerja Indonesia, sehingga mau kembali bekerja di Malaysia.

“Untuk mendekatkan kembali, harus ada perlakuan yang lebih manusiawi dan berperikemanusia-an terhadap para tenaga kerja sehingga mereka merasa terlindungi,” katannya.

Kongsi Artikel Ini:
Share

“Pilihan Raya Akan Dipercepat” : Mohamed Azmin Ali, (ketua tim pemenangan pemilu pakatan rakyat)

Dari Koran Tempo
11 Oct 2010 (Koran Tempo⁠ – Opini)

Situasi politik dalam negeri Malaysia terus memanas. Selain ada pertentangan antara Perdana Menteri Najib Razak dan wakilnya, Muhyiddin Yasin, rezim koalisi Barisan Nasiona] diguncang sentimen-sentimen etnis, seperti warga keturunan Cina.

Penilaian itu dilontarkan Mohamed Azmin Ali, Ketua “Hm Pemenangan Pemilihan Umum Pakatan Rakyat sekaligus anggota parlemen Malaysia Ia juga Wakil Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat

Melihat gejolak seperti itu, ia memperkirakan pemilu akan dipercepat menjadi tahun depan, dari seharusnya 2012. Berikut ini penuturannya kepada Faisal Assegaf dari Tempo saat ditemui kemarin di lobi Hotel Grand Kemang, tempatnya menginap di Jakarta Selatan.

Benarkah pilihan raya akan digelar tahun depan?

Kita menjangkakan pilihan raya ke-13 ini mungkin diadakan lebih awal daripada temponya. Sistem pilihan raya di Malaysia memang timpang, tidak diketahuitarikh sebenarnya.Yang ketahui hanya perdana menteri seorang. Kita akan bersedia menghadapi pilihan raya akan datang.

Kenapa Anda yakin pilihan raya dipercepat?

Kalau kita melihat suasana politik di Malaysia saat ini, ada masalah serius dan terlalu gawat di dalam komponen Barisan Nasional. UMNO juga sedang berhadapan dengan masalah kepemim-pinan, antara Najib Razak dan Muhyiddin Yasin. Sokongan rakyat di bawah juga makin luntur. Sudah tentu Najib coba mencari jalan singkat untuk mendapat mandat rakyat. Tapi saya yakin rakyat Malaysia sudah cukup matang, mau pemerintah lebih adil kepada semua kaum dan demokrasi terus subur di Malaysia. Maka sentimen untuk perubahan makin kuat.

Kapan kira-kira pilihan raya?

Ramai juga yang menjangkakan pertengahan atau penghujung tahun depan. Pilihan raya Negeri Serawak perlu diadakan sebelum Juni tahun depan. Ada kemungkinan disekalikan dengan pilihan raya umum. Tapi negeri-negeri yang dikuasai Pakatan Rakyat tidak mesti mengikut tarikh yang diputuskan Perdana Menteri.

Kongsi Artikel Ini:
Share

Azmin: We need a Race Relations Act

From: www.malaysiakita1.blogspot.com A Race Relations Act is sorely needed to deal with racist remarks that can incite hatred, PKR said today. It said it supported such a legislation in view of the derogatory remarks allegedly uttered by the principal of SMK Tunku Abdul Rahman Putra in Johor. On Aug 12, the principal Siti Inshah Mansor…

Kongsi Artikel Ini:
Share

Azmin : Perlembagaan tidak jamin hak Orang Asal Semenanjung

Dari Harakahdaily
KUALA LUMPUR, 25 Okt 2010: Ahli Parlimen Gombak, Mohamed Azmin Ali menegaskan, kedudukan Orang Asal di Semenanjung Malaysia tidak akan terjamin pada masa akan datang sekiranya hak mereka tidak dimasukkan dalam tafsiran Perkara 153 dan Perkara 160 Perlembagaan Persekutuan.

Azmin ketika mengemukakan soalan tambahan dalam sesi soal jawab lisan di Dewan Rakyat hari ini berkata, tiada langsung peruntukan dalam Perlembagaan Persekutuan yang menjamin kepentingan Orang Asal di Semenanjung walhal mereka merupakan kaum pribumi yang telah lama menetap di negara ini.

Menurutnya, Fasal (2) Perkara 160 hanya menafsirkan Orang Asli adalah Orang Asli Semenanjung Tanah Melayu manakala dalam artikel 153 Perlembagaan Persekutuan, ianya hanya merangkumi Melayu dan Bumiputera Sabah dan Sarawak sahaja.

“Perdebatan yang berlaku pada hari ini ialah pengiktirafan Orang Asli sebagai Bumiputera berdasarkan takrifan Orang Asli yang termaktub dalam Fasal (2) Perkara 160 Perlembagaan Persekutuan dan juga keperluan memaktubkan secara jelas kedudukan istimewa Orang Asli sebagai Bumiputera dalam artikel 153,” kata beliau yang juga Naib Presiden PKR.

Sehubungan itu, Azmin meminta kerajaan menyatakan pendirian sama ada bersedia untuk memasukkan hak Orang Asli di Semenanjung ke dalam Perlembagaan.

“Adakah kerajaan bersedia untuk mengambil satu tindakan yang berani dan bertanggungjawab untuk menjamin kedudukan Orang Asli dan sekiranya tidak apakah alasan yang akan diberikan oleh kementerian?

Kongsi Artikel Ini:
Share

Inter-Parliamentary Union: Anwar’s trial should be abandoned

From The Malaysian Insider KUALA LUMPUR — An international organisation of parliaments has urged Malaysia to abandon the prosecution of Datuk Seri Anwar Ibrahim for sodomy because it claims the case has brought disrepute to the justice system. In a special report released in August, the Inter-Parliamentary Union (IPU) also questioned the alleged direct involvement…

Kongsi Artikel Ini:
Share