PKR Malaysia Perjuangkan Perbaikan Hubungan dengan Indonesia

Dari Suara Karya

11 Oct 2010 (Suara Karya – Opini)
JAKARTA (Suara Karya) Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia menilai perlunya perubahan besar di negeri Malaysia untukkembali mempererat hubungan persaudarandengan Indonesia.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat Mohamed Azmin Ali dalam perbincangannya dengan Suana Karya di sela kunjungannya ke Indonesia, di Jakarta, Minggu (10/10).

Sebagai pemimpin partai kanan penguasa di Malaysia, Azmin melakukan gerakan reformasi di Malaysia untuk menyehatkan demokrasi dan juga membina hubungan yang lebih baik dengan negara tetangga, terutama Indonesia.

“Kami menolak segala bentuk kekerasan dan juga ekstremisme yang telah dilakukan oleh sejumlah elite di Malaysia. Bagi kami, hubungan dengan Indonesia tak hanya dilihat sebagai relasi diplomatik, tetapi juga harus dilihat dari latar belakang semangat serumpun yang memiliki banyak persamaan,” katanya.

Menurut dia. tak salah ada pandangan negatif yang dilihat oleh masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan Malaysia atas beberapa insiden yang terjadi terhadap warga negara Indonesia (WNI), dan perlakukan buruk pemerintah Malaysia

Tak hanya perlakukan negatif terhadap WNI, tutur dia, penguasa di Malaysia pun dalam beberapa kasus juga memperlakukan hal sama terhadap masyarakatnya sendiri.

“Dengan arogansi ini, secara perlahan tapi pasti, masyarakat di Malaysia menuntut adanya perubahan. Hal ini akan menjadi awal yang baik dari perubahan yang akan dilakukan di Malaysia, ujarnya.

Nasib TKI

Dia menyebutkan, kuatnya tekanan penguasa di Malaysia juga membuat demokrasi tak sehat dan juga tak adil. Kuatnya tekanan pemerintah terhadap masyarakat juga berimbas pada penguasan media sehingga hanya menjadi alat propaganda pemerintah.

“Hal-hal seperti ini yang membawa kami bersama dengan rakyat bertekad untuk membawa perubahan di Malaysia, meskipun hal ini menjadi persoalan yang tidak mudah,” ujarnya.

Azmin juga menyayangkan adanya perlakukan yang tidak berkepri-mtanusiaan terhadap WNI yang berkerja di Malaysia. Disampaikannya, bahwa sekarang ini industri di Malaysia sudah mulai kekurangan tenaga kerja akibat adanya perlakukan yang tidak baik terhadap WNI yang menimbulkan ketakutan untuk bekerja di Malaysia.

“Sekarang ini tenaga kerja Indonesia mengalihkan keinginannya untuk bekerja di Malaysia ke ne-gavalsin DampSkfcjU sejumlah industri sudah banyak yang harus kehilangan tenaga kerja. Hal ini dinilai akan berpengaruh buruk bagi kemajuan industri di Malaysia,” ujarnya.

Untuk itu, sebagai pemimpin muda, Azmin menyerukan agar pemimpin Malaysia melakukan pendekatan kembali kepada Indonesia untuk menghilangkan ketakuan yang dialami oleh para pekerja Indonesia, sehingga mau kembali bekerja di Malaysia.

“Untuk mendekatkan kembali, harus ada perlakuan yang lebih manusiawi dan berperikemanusia-an terhadap para tenaga kerja sehingga mereka merasa terlindungi,” katannya.

Hal-hal strategis yang menjadi persoalan di Malaysia tersebut, baik me-nyangkut hubungan diplo-masi dan juga ketenagakerjaan ini, menjadi fokus dari PKR untuk membuat perubahan baik dari sisi perekonomian, hubungan luar negeri hingga persoalan ketenagakerjaaan yang kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

“Kami prihatin dengan persoalan gaji minimal yang sejak 10 tahun ini di Malaysia tidak mendapatkan perhatian yang lebih baik,” ujarnya.

Azmin yang juga Ketua Pemenangan Pemilu Barisan Oposisi meyakini bahwa semangatnya untuk menggulirkan reformasi di Malaysia akan bisa terwujud, mengingat dukuangan rakyat sudah semakin kuat.

Hal ini ditandai dengan semakin berkurangnnya dukungan rakyat terhadap pemerintah di beberapa daerah yang menjadi basispemilihan partai penguasa.

“Kita meyakini dalam pemilu mendatang akan bisa mendapatkan dukungan kuat. Mengingat, kini sudah ada perlawanan dari masyarakat terhadap pemerintah yang sering bertindak arogan,” katanya.

Ia pun mengatakan bahwa arah semangat perubahan ini semakin kuat dengan adanya pergeseran pandangan di Malaysia yang kini lebih cerdas dan berani dalam melihat segala hal.

Rakyat di Malaysia kini sudah lebih cerdas, adanya money politic kini hanya akan dimanfaatkan oleh rakyat saja,” katanya.

Dia menyebutkan, bahwa keberhasilan perubahan yang dilakukan di Indonesia yang didukung pemimpin-pemimpin yang tegas menjadi contoh yangbaik bagi Malaysia untuk juga mengarah pada perubahan yang lebih baik.

“Demokrasi di Indonesia sudah lebih baik dengan adanya semangat perubahan dari rakyat dan pemimpinnya. Hal ini baik untuk menyehatkan demokrasi,” ujarnya.

Diakuinya, banyak hambatan terhadap perubahan yang hendak dilakukan di Malaysia, lantaran ada penolakan besar dari partai penguasa dengan kekuatannya yang berusaha mepertahankan kekuasaannya.

“Ini menjadi tantangan bagi kami, karena tidak ada perubahan yang mudah dan tidak ada perubahan yang tidak berisiko. Untuk itu, kami terus melakukan pendidikan politik bagi masyarakat di Malaysia sembari memperkuat dukungan di masyarakat.”

Ringkasan Artikel Ini

tak salah ada pandangan negatif yang dilihat oleh masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan Malaysia atas beberapa insiden yang terjadi terhadap warga negara Indonesia (WNI), dan perlakukan buruk pemerintah Malaysia Tak hanya perlakukan negatif terhadap WNI, tutur dia, penguasa di Malaysia pun dalam beberapa kasus juga memperlakukan hal sama terhadap masyarakatnya sendiri. Disampaikannya, bahwa sekarang ini industri di Malaysia sudah mulai kekurangan tenaga kerja akibat adanya perlakukan yang tidak baik terhadap WNI yang menimbulkan ketakutan untuk bekerja di Malaysia. Hal-hal strategis yang menjadi persoalan di Malaysia tersebut, baik me-nyangkut hubungan diplo-masi dan juga ketenagakerjaan ini, menjadi fokus dari PKR untuk membuat perubahan baik dari sisi perekonomian, hubungan luar negeri hingga persoalan ketenagakerjaaan yang kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Dia menyebutkan, bahwa keberhasilan perubahan yang dilakukan di Indonesia yang didukung pemimpin-pemimpin yang tegas menjadi contoh yangbaik bagi Malaysia untuk juga mengarah pada perubahan yang lebih baik.